Output Ramadhan 1443 H

Output Ramadhan 1443 H

Pada kesempatan ini saya akan membahas terkait momentum ramadhan 1443 H yang bisa kita manfaatkan dengan baik sebagai sarana memperbaiki diri untuk menjadi seorang muslim yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Setelah sebelumnya saya membahas dua fokus terkait persiapan dalam menyambut ramadhan dan optimalisasi bulan suci ramadhan, pada kesempatan ini saya akan membahas fokus yang ketiga yaitu terkait output pada bulan suci ramadhan.

Saudaraku para kaum muslimin dimanapun anda berada, kita tahu bahwa bulan suci ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan kebaikan. Bulan suci ramadhan sejatinya hadir dalam rangka mentarbiyah umat islam agar nilai-nilai keislamannya tidak luntur dan terkikis oleh dosa dan kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia itu sendiri. 

Allah mendesain bulan suci ramadhan dengan sedemikian rupa yang semuanya bernilai tarbiyah untuk umat islam. Contoh kecil yang dapat kita ambil sebagai sebuah pelajaran ialah puasa ramadhan. Jika kita maknai secara sederhana puasa adalah menahan diri untuk tidak makan, minum serta menjauhi hal-hal yang dapat membatalkan puasa. 

Ritual ibadah ini mengajarkan umat islam tentang banyak hal seperti kejujuran terkait dengan puasa yang sedang ia jalankan sebab hanya orang tersebut dan Allah saja yang tahu dirinya berpuasa atau tidak. Berpuasa juga mengajarkan umat islam tentang keyakinan kepada Allah SWT sebab hanya dengan meyakini bahwa ini syariat perintah Allah yang maha bijaksana tentu puasa akan memberikan nilai kebaikan pada diri manusia.

Meskipun dalam pandangan kasat manusia orang yang tidak makan dan minum badanya akan terasa lemas. Berpuasa juga mengajarkan umat islam untuk fokus dan serius, sebab dalam berpuasa kita tidak boleh lupa berniat di waktu malam hari dan beberapa tarbiyah lain yang tidak saya bahas semua dalam tulisan ini.

Sebagai bulan tarbiyah bagi umat islam tentu diharapkan setelah kita diberikan pendidikan selama satu bulan penuh kita akan mendapatkan hasil dari pendidikan tersebut, sungguh sangat merugi bagi orang-orang yang telah mengikuti pendidikan namun dirinya tidak mendapatkan apapun selain rasa lelah saja. 

Lantas, output yang seperti apa yang diharapkan ada dari hasil tarbiyah selama satu bulan penuh dari bulan suci ramadhan tersebut? Berikut penjelasannya:

  1. Muttaqin (Orang yang Bertaqwa)

hal ini dapat dilihat pada ayat berikut:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Terjemah Kemenag 2019

183.  Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah: 183)

Berdasarkan ayat di atas maka salah satu tujuan tarbiyah dari adanya bulan suci ramadhan ialah untuk mencetak orang-orang yang bertakwa. Lantas apa saja indikator orang-orang yang bertakwa ? berikut penjelasannya;

وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ اُولٰۤىِٕكَ جَزَاۤؤُهُمْ مَّغْفِرَةٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَجَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗ وَنِعْمَ اَجْرُ الْعٰمِلِيْنَۗ

Terjemah Kemenag 2019

133.  Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, 134.  (yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik diwaktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. 135.  Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri,119) mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan (perbuatan dosa itu) sedangkan mereka mengetahui(-nya). 119) Perbuatan keji (fāḥisyah) adalah dosa besar yang akibatnya tidak hanya menimpa diri sendiri, tetapi juga menimpa orang lain, seperti zina dan riba. Adapun yang dimaksud dengan menzalimi diri sendiri adalah perbuatan dosa yang akibatnya hanya menimpa diri sendiri, baik besar maupun kecil. 136.  Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. (Itulah) sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang mengerjakan (amal-amal saleh). (QS. Ali Imran :133-136)

Berdasarkan ayat di atas orang-orang yang bertakwa adalah sebagai berikut:

  1. Orang yang selalu berinfak, baik diwaktu lapang maupun sempit;
  2. Orang yang mengendalikan kemurkaannya;
  3. Orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain;
  4. Orang yang memohon ampunan Allah atas segala dosanya.

Berdasarkan penjabaran di atas maka setelah ramadhan selesai diharapkan seorang muslim mampu memiliki ciri-ciri atau berperilaku hidup sesuai dengan empat indikator seorang muttaqin di atas, semoga Allah memudahkannya untuk kita, Amiin.

2. Mukminin (Orang yang Beriman)

Jika kita melihat konteks Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183, maka kita mengetahui bahwa ibadah puasa hanya dilakukan oleh orang-orang yang beriman yang artinya orang yang mengaku islam namun tidak berpuasa maka sejatinya dirinya bukanlah orang-orang yang beriman, oleh sebab itu muara akhir dari adanya tarbiyah selama satu bulan di bulan suci ramadhan ialah terbentuknya seorang mukmin yang shalih. Adapun indikator seorang mukmin adalah sebagai berikut:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۙ الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّاۗ لَهُمْ دَرَجٰتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌۚ

Terjemah Kemenag 2019

2.  Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah mereka yang jika disebut nama Allah,304) gemetar hatinya dan jika dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhannya mereka bertawakal, 304) Menyebut nama Allah Swt. di sini berarti menyebut sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakan-Nya. 3.  (yaitu) orang-orang yang melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. 4.  Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Bagi mereka derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki yang mulia.

Berdasarkan ayat di atas orang-orang yang beriman adalah sebagai berikut:

  1. Orang yang ketika disebut nama Allah bergetarlah hatinya;
  2. Orang yang ketika diperdengarkan ayat-ayat Allah maka bertambahlah imannya;
  3. Orang yang bertawakal kepada Allah SWT;
  4. Orang yang mendirikan puasa;
  5. Orang yang mengeluarkan hartanya di jalan Allah.

Berdasarkan penjabaran di atas maka setelah ramadhan selesai diharapkan seorang muslim mampu memiliki ciri-ciri atau berperilaku hidup sesuai dengan lima indikator seorang mukmin di atas, semoga Allah memudahkannya untuk kita, Amiin.

3. Taaibiin (Orang yang Bertaubat)

Momentum ramadhan seyogyanya juga dimanfaatkan oleh kaum muslimin untuk memperbaiki diri dari setiap kesalahan dan dosa yang pernah diperbuat. Oleh sebab itu output dari pendidikan selama bulan ramadhan diharapkan seorang muslim akan menjadi golongan orang-orang yang bertaubat. Artinya setelah ramadhan selesai minimal seseorang tersebut akan memiliki empat ciri-ciri yaitu:

  1. Menjauhkan diri dari perbuatan dosa;
  2. Bergaul dengan orang-orang baik;
  3. Membenci kemaksiatan;
  4. Hatinya lebih tenang.

4. Naashirin (Orang yang Menolong)

Pada bulan suci ramadhan tentu banyak hal-hal baik yang dapat dilakukan oleh seorang muslim salah satunya ialah bersedekah. Bahkan seorang muslim pada bulan suci ramadhan diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah untuk membersihkan dirinya. 

Zakat fitrah diberikan kepada delapan asnaf yang notabene ialah orang-orang yang secara syariat sangat layak untuk diberikan manfaat dari adanya zakat fitrah tersebut. Selain itu pada pembahasan sebelumnya terkait optimalisasi bulan suci ramadhan, juga sudah saya bahas terkait keutamaan berbuat baik kepada orang lain pada bulan suci ramadhan. Oleh sebab itu setelah ramadhan selesai diharapkan kaum muslimin memiliki sifat dermawan kepada sesama manusia sebagai makhluk ciptaan Allah.

5. Tholibin (Orang yang selalu Belajar)

Momentum ramadhan sangat identik dengan hal-hal baik maka sudah sepatutnya diisi dan dilengkapi dengan hal hal baik pula seperti belajar dan memperdalam ilmu agama. Sebuah ibadah tidak akan diterima ketika ibadah itu tidak didasari dengan ilmu dan keikhlasan hati. 

Pada konteks ini tentu ilmu merupakan akar dari segalanya, sebab tanpa ilmu manusia hanya melakukan sesuatu berdasarkan anggapan semata. Momentum ramadhan senantiasa mengajarkan kaum muslimin untuk senantiasa memperdalam ilmu agama seperti syarat sah puasa, syarat wajib puasa, hal-hal yang membatalkan puasa dan hal-hal lain yang terkait dengan berbagai ritual ibadah yang dilakukan pada bulan suci ramadhan. 

Setelah ramadhan selesai seorang muslim hendaknya tetap menjadi orang yang senang belajar agama mengingat konteks dari agama islam itu sendiri sangat kompleks yang perlu dikaji dan dipelajari. Agar umat islam beribadah berdasarkan ilmunya bukan berdasarkan anggapannya semata.

Sumber Gambar : https://mobile.facebook.com/ramadhan.1442/?_rdc=1&_rdr

Pekanbaru, 30 Maret 2022

Nur Kholis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

four × 4 =