MoU University Fathoni Thailand

MoU University Fathoni Thailand

Hidup adalah anugerah terbaik dari Allah ‘azza wa jalla apa yang akan terjadi semua hanya Allah yang mengetahuinya, termasuk karir, pekerjaan dan lain-lain. Sewaktu saya masih di program Pascasarjana IAIN Metro semester akhir kebetulan saya diminta mewakili dalam kegiatan MoU Internasional antara STAI Darussalam Lampung dengan University Fathoni Thailand.

Pada awalnya saya menolak karena merasa belum mampu dan tidak kompeten, namun alasan saya tidak bisa diterima oleh pimpinan sehingga saya terpaksa berangkat untuk menghadiri acara tersebut. Bersama salah satu pejabat senior di STAI Darussalam Lampung yaitu Bapak Damanhuri, M.Ag. Kami berangkat menuju lokasi MoU yang lumayan jauh dari kampus kami berada. 

Kegiatan tersebut merupakan pengalaman yang tak terlupakan bagi saya, bertemu dengan orang asing (Thailand) untuk sebuah event penting bagi Tridharma Perguruan Tinggi dalam menjalankan eksistensinya sebagai sebuah pusat peradaban manusia yang lebih baik.

Prof. Japakiyah Ismail Rektor University Fathoni Thailand merupakan seseorang yang sangat ramah dan lemah lembut kepada siapapun; kebetulan setelah kegiatan tersebut selang beberapa bulan saya berkesempatan untuk pergi ke Thailand dalam rangka Studi Banding dan salah satu kampus tujuannya adalah University Fathoni Thailand. 

Alhamdulillah bertemu beliau lagi dan beliau masih sama; ramah kepada saya yang bukan siapa-siapa (Bukan Orang Penting), beliau juga memberikan saya salah satu karya beliau dalam bentuk sebuah buku dengan bertuliskan pegon melayu yang pada awalnya saya mengira berbahasa arab, setelah saya baca dengan seksama baru saya menyadari bahwa tulisan tersebut adalah berbentuk pegon.

Sepenggal kisah perjalanan hidup di negeri orang yang tidak bisa saya lupakan; bertemu orang baik, berkawan dengan orang baik dan mendapatkan pengalaman yang baik, namun saat berada di Thailand tetap saja Saya Sangat Merindukan Kampung Lahirku Indonesia.

Meski banyak yang mengkritik Negeriku, meski banyak yang antipati dengan Indonesiaku namun belahan rinduku pada Indonesia tidak akan Sirna. Allahu Rob, Terima Kasih Indonesia Negara Terbaik Buat Hamba. Alhamdulillah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *